- CATEGORY -
APARTMENT
ARSITEKTUR
ART
FOOD
GARDENING
GAYA HIDUP
HOUSING
RUANG SEWA KOMERSIL
SEJARAH
URBAN PLANNING
HOME >> GAYA HIDUP 2016-11-11 07:02:10

Lippo Agresif Dengan Robbinz Setelah Ceraikan Robinson

Lippo menggenjot habis-habisan Robbinz di Tiongkok dengan membuka lokasi-lokasi baru diseluruh daratan Tiongkok yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.

Lippo Agresif Dengan Robbinz Setelah Ceraikan Robinson
Sumber Foto : plotratio.com

Baca Juga :
# Jakarta Bakal Bangun Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara
# Inilah Tiga Pusat Belanja Favorit Warga Jakarta
# Taipan Indonesia ini Pecahkan Rekor Tertinggi Properti Singapura

PLOTRATIO.COM - Bagi orang Indonesia yang sering melancong ke Singapura ditahun 1980 an pasti mengenal Robinson Department Store dengan baik. Lokasinya di Orchard Road kawasan favorit belanja bahkan menjadi tempat bertemunya orang-orang Indonesia yang gila belanja.

Barang-barang berkualitas, pelayanan yang baik dan harga yang wajar membuat Robinson dicintai pelanggannya. Tidak mengherankan seorang anak muda Indonesia asal Makasar, Paulus Tumewu sampai memakai nama itu untuk toko pakaiannya di proyek Senen Jakarta ditahun 1980an juga.

Didirikan tahun 1858 oleh orang Inggris, Philip Robinson yang mengunakan namanya, department store pertama di Singapura ini menjadi kebanggaan rakyat Singapura.

Robinson kemudian dibeli oleh Tan Chi Tuan, seorang banker yang sangat dihormati dan disegani di Singapura. Tan yang juga adalah chairman pertama OCBC ( Overseas Chinese Banking Corporation), bank tertua di Singapura.

Tan kemudian menjadi chairman pertama dari Robinson. Inilah 2 merk kenamaan yang menjadi saksi pertumbuhan negara pulau yang sangat kecil dan tidak dipandang orang, menjadi sebuah negara besar, pusat keuangan di Asia Tenggara.

Tan Chi Tuan meninggal diusianya yang ke 98 tahun diakhir tahun 2005. Semasa hidupnya Tan memegang teguh pesan dari rekan-rekan bisnisnya untuk tidak mengundang investor asing menjadi pemegang saham Robinson. Robinson adalah Singapura, demikian kira-kira pesan tersebut.

Pada saat Tan pensiun, keluarganya melalui perusahaan Tecity tetap menjadi pemegang saham dan menunjuk Chew Gek Khim, cucu perempuannya untuk duduk didalam dewan kepengurusan Robinson.

Tidak berapa lama setelah Tan meninggal di November 2015, rakyat Singapura gempar mendapat berita bahwa Lippo Group dari Indonesia membeli saham sebesar 29.9% yang merupakan pemegang saham mayoritas tunggal di Robinson. Robinson bukan lagi dikendalikan oleh Singapura, demikian pikir mereka.

Jumlah uang yang dikeluarkan Lippo untuk saham tersebut adalah sekitar Rp. 1,9 Triliun atau Rp.74.000 perlembar saham yang dibayarkan kepada OCBC. Robinson kemudian ekspansi ke Malaysia, negara tetangga terdekat Singapura.

Lippo secara cepat melakukan langkah-langkah perbaikan Robinson dalam operasional dan promosi yang menunjukkan hasil sangat mengesankan. Namun mereka dihadapkan dengan persaingan yang sangat ketat di bisnis itu terutama dengan Takashimaya dan Metro.

Studi memperlihatkan kehebatan Takashimaya dibanding Robinson: hanya punya 1 lokasi, Takashimaya menghasilkan pendapatan Rp. 2.5 Triliun setahun. Bandingkan dengan Robinson yang memiliki 17 lokasi yang menghasilkan cuma Rp. 2 Triliun saja.

Lippo gagal mengambil alih saham Tecity yang dimiliki oleh keluarga Tan Chi Tuan. Chew Gek Khim mengatakan jika dia melepas sahamnya maka dia tidak akan ada lagi dalam dewan kepengurusan dan Robinson pasti kehilangan ciri Singapura nya. Katanya: " Lippo berbeda filosofi nya dengan kami".

Namun kerja keras Lippo untuk meningkatkan kinerja keuangan Robinson membuat para pemegang saham lain menjadi gembira. Pembagian keuntungan operasional pun mulai mengalir deras ke pundi-pundi pemegang saham Robinson.

Sampai suatu saat, pemegang saham Robinson terperanjat manakala tersiar berita bahwa Lippo mengakuisi jaringan department store di Tiongkok dengan nama Robbinz.

Nama yang sangat mirip dengan Robinson. Pemegang saham kuatir dan meragukan keseriusan Lippo untuk membawa Robinson menjadi merk yang memiliki integritas Singapura. Jika Robinson bisa ekspansi ke Malaysia, kenapa tidak ke Tiongkok juga?

Namun Lippo menjelaskan bahwa pasar Singapura dan Malaysia terlalu kecil untuk suatu pertumbuhan bisnis yang sehat dijangka panjang. Tiongkok dan Indonesia adalah masa depan yang sangat bagus mengingat jumlah penduduk yang lebih dari 1.5 milyar. Harga sewa mall di Singapura bertambah mahal, mereka juga enggan memberikan tempat bagi department store karena tarif yang rendah.

Biaya tenaga kerja trampil yang naik terus dan keengganan orang Singapura bekerja pada bidang yang tidak 'sophisticated' sesuai pendidikan yang makin bagus di Singapura. Ekspansi ke Tiongkok? Robinson belum siap!

Lippo berada dipersimpangan jalan, membesarkan Robinson di Singapura dan Malaysia yang pasarnya terbatas atau pindah ke Tiongkok dengan jumlah penduduk seratus kali lipat dan daya beli yang meningkat terus.

Abdullah Al Futtaim, orang Arab yang merupakan salah satu orang terkaya didunia mendengar kabar itu. Dia adalah pemilik jaringan bisnis retail yang sangat terkenal di Dubai yang didirikan nya pada tahun 1930. Al Futtaim menjadi pemegang merk Ikea, Toys R Us, Panasonic, Seiko, Raymond Weil, Hitachi, Toyota, Lexus, Honda, Volvo, Chrysler, Jeep dan Dodge disamping merk kebanggan Inggris, Marks & Spencer.

Al Futtaim menghubungi Lippo dan menawarkan angka pengambil alihan saham pengendali di Robinson.

Tawaran pertama adalah sebesar Rp. 58.750 perlembar saham. Lippo menolak penawaran itu dan balik memberikan tenggat waktu kepada Al Futtaim untuk menaikkan harga atau melupakan niat mereka untuk mengambil alih Robinson.

Melalui proses negosiasi yang melelahkan, Al Futtaim akhirnya mengajukan angka tertingginya, Rp. 67.700 perlembar saham yang kemudian diterima Lippo. Harga itu lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan Lippo pada saat membelinya dari OCBC, mencerminkan betapa ketatnya bisnis retail dimata investor.

Namun Lippo telah mengantungi dividend selama menjadi pemegang saham yang besarnya adalah Rp. 14.100 perlembar saham. Jika dihitung secara keseluruhan, biaya bersih perlembar saham adalah Rp.59.900. Jadi dengan harga jual kepada Al Futtaim sebesar Rp. 67.700 maka Lippo membukukan keuntungan sebesar Rp. 7.800 perlembar atau 10.5%.

Bagaimana dengan para pemegang saham Robinson lainnya?

Begitu melihat Lippo melepas seluruh sahamnya dengan harga yang sangat bagus, para pemegang saham bimbang. Apakah mereka mengikuti langkah Lippo dan percaya bahwa bisnis retail akan sangat keras di Singapura? Lagipula kenapa tidak jual saham pada saat harga sedang bagus?

Akhirnya hampir seluruh pemegang saham melepas saham mereka dan Al Futtaim memiliki 87.2% saham di Robinson. Everybody happy!

Bagaimana sikap Tecity? Chew Gek Khim berkata: " kami tertarik ikut melepas saham kami karena kami melihat bahwa Al Futtaim mengerti dan menghormati merk Robinson".

Menarik untuk di cermati, strategi siapa yang benar atas investasi di Robinson. Apakah Al Futtaim ataukah Lippo?

Yang pasti Lippo menggenjot habis-habisan Robbinz di Tiongkok dengan membuka lokasi-lokasi baru diseluruh daratan Tiongkok yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.
 
Penulis : Tanto Kurniawan
Editor : ET24
Sumber : plotratio.com




 

- BERITA TERKAIT -
# Inilah Tiga Pusat Belanja Favorit Warga Jakarta
Sebagian besar warga lainnya, terutama kelas menengah Jakarta pasti sudah pernah berbelanja atau bersosialisasi di tiga pusat belanja ini.
# Eksodus Ekspatriat Dari Indonesia, Kemang Sepi!
Dampak dari situasi tersebut, harga sewa rumah dan apartemen kelas atas mengalami kejatuhan. Pendaftaran murid-murid baru sekolah-sekolah asing juga hampir tidak ada.
# Jakarta Kota di Dunia yang Paling Diminati Pebisnis Retail
Jakarta ternyata masuk dalam daftar Top 20 kota di dunia yang sangat diminati oleh pebisnis retail. Kota-kota mana lagi? Simak!
# Media Berita Online Real Estate yang Tidak Biasa
Analisa berita dilakukan oleh dewan redaksi yang terdiri dari pakar-pakar properti yang telah terbukti rekam jejaknya dan telah makan asam garam dalam dunia real estate Indonesia.
# Department Store Asing Kepung Jakarta
Jakarta sangat berbeda dengan negara Asean lainnya. Di negara Asean lain mayoritas department store yang ada adalah merk-merk lokal yang sangat bagus dan tidak kalah dengan merk asing.
# Jatuh Bangun Salah Satu Cafe Tertua di Dunia, Fauchon!
Fauchon sangat terkenal di Paris, merupakan salah satu cafe tertua di dunia yang punya cerita menarik dan belum banyak orang yang tahu. Apa ceritanya? Simak!

Untitled
Plotratio.com adalah media informasi tentang segala macam Real Estate.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan Berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari indonesia maupun dari luar Indonesia.
Powered by Sarangberita.com @102016